Taekwondo (juga dieja Tae Kwon Do, Taekwon-Do) adalah olahraga bela diri asal Korea yang juga populer di Indonesia, olah raga ini juga merupakan olahraga nasional Korea. Ini adalah seni bela diri yang paling banyak dimainkan di dunia[rujukan?] dan juga dipertandingkan di Olimpiade.
Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni". Jadi, Taekwondo
dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau
"jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas taekwondo telah
menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak
seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik
perkelahian, bela diri, olahraga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.
Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai
organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang
dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan
kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan.
Dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak
dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang
dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan
menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan.
Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari
pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak
menekankan grappling (pergulatan).
olahraga
photo snack
photo snack
Minggu, 15 September 2013
sejarah tinju
Tinju adalah olahraga dan seni bela diri yang menampilkan dua orang partisipan dengan berat yang serupa bertanding satu sama lain dengan menggunakan tinju mereka dalam rangkaian pertandingan berinterval satu atau tiga menit yang disebut "ronde". Baik dalam Olimpiade ataupun olahraga profesional, kedua petarung (disebut petinju) menghindari pukulan lawan mereka sambil berupaya mendaratkan pukulan mereka sendiri ke lawannya.
Nilai diberikan untuk pukulan yang bersih dan mantap ke bagian depan pinggang ke atas yang sah dari lawan, dengan pukulan ke kepala dan dada mendapat nilai lebih. Petinju dengan nilai yang lebih tinggi setelah sejumlah ronde yang direncanakan akan dinyatakan sebagai pemenang. Kemenangan juga dapat dicapai jika lawan dipukul jatuh dan tidak dapat bangkit sampai hitungan kesepuluh dari wasit (suatu Knockout atau KO) atau jika lawan dinyatakan tidak mampu melanjutkan pertandingan (suatu Technical Knockout atau TKO). Untuk keperluan rekor pertandingan, TKO dihitung sebagai KO.
Nilai diberikan untuk pukulan yang bersih dan mantap ke bagian depan pinggang ke atas yang sah dari lawan, dengan pukulan ke kepala dan dada mendapat nilai lebih. Petinju dengan nilai yang lebih tinggi setelah sejumlah ronde yang direncanakan akan dinyatakan sebagai pemenang. Kemenangan juga dapat dicapai jika lawan dipukul jatuh dan tidak dapat bangkit sampai hitungan kesepuluh dari wasit (suatu Knockout atau KO) atau jika lawan dinyatakan tidak mampu melanjutkan pertandingan (suatu Technical Knockout atau TKO). Untuk keperluan rekor pertandingan, TKO dihitung sebagai KO.
sejarah bulutangkis
Olah raga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Republik Rakyat Cina.
Nenek moyang terdininya diperkirakan ialah sebuah permainan Tionghoa, Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, objeknya dimanipulasi dengan kaki. Objek/misi permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.
Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk ini.
Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat Cina, dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka.
Olah raga kompetitif bulu tangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu.
Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul "Badminton Battledore - a new game" ("Battledore bulu tangkis - sebuah permainan baru"). Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort's di Gloucestershire, Inggris.
Rencengan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi bulu tangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England.
bulu tangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia.
Nenek moyang terdininya diperkirakan ialah sebuah permainan Tionghoa, Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, objeknya dimanipulasi dengan kaki. Objek/misi permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.
Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk ini.
Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat Cina, dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka.
Olah raga kompetitif bulu tangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu.
Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul "Badminton Battledore - a new game" ("Battledore bulu tangkis - sebuah permainan baru"). Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort's di Gloucestershire, Inggris.
Rencengan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi bulu tangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England.
bulu tangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia.
sejarah tenis
Tenis merupakan olahraga yang sudah sangat tua. Terekam pada pahatan
yang dibuat sekitar 1500 tahun sebelum masehi di dinding sebuah kuil di
mesir yang menunjukan representasi dari permainan bola tenis. Permainan
ini kemudian meluas ke seluruh daratan eropa pada abad ke-805
Olahraga ini sangat berkembang di Perancis waktu itu. Pada abad 16-18 telah mulai banyak digandrungi terutama oleh kalangan Raja-raja dan para bangsawan dengan nama ‘Jeu de Palme’ atau olah raga kepalan tangan. Kata Tenis sendiri dipercaya berasal dari pemain Perancis yang sering menyebut kata ‘Tenez’ yang artinya “Main!” pada saat akan memulai permainan dan hingga sekarang kata tersebut dipakai sebagai nama olahraga ini. Tenis kemudian berkembang hingga dataran Inggris dan juga menyebar ke Spanyol, Itali, Belanda, Swiss dan Jerman. Namun tenis mengalami kemunduran saat terjadinya revolusi Perancis dan berkuasanya Napoleon Bonaparte di Eropa.
Pada abad 19 barulah tenis dimunculkan kembali oleh para bangsawan Inggris dengan membangun fasilitas-fasilitas country club atau lapangan tenis di rumahnya yang besar. Karena pada waktu itu tenis populer dimainkan di halaman rumput, maka terkenal dengan sebutan ‘Lawn Tennis’ atau tenis lapangan rumput. Pada masa ini juga mulai muncul bola dari karet vulkanisir yang pada waktu itu dianggap dapat mengurangi rusaknya rumput di lapangan tanpa mengurangi elastisitas dari bola itu sendiri.
Sebutan Lawn Tennis berasal dari seorang Inggris bernama Arthur Balfour. Sejak ditemukannya lawn tennis, orang mulai bereksperimen dengan memainkannya di permukaan lain seperti clay court (tanah liat) dan hard court (semen). Menggeliatnya permainan tenis ternyata mampu menggeser permainan Croquet sebagai olahraga musim panas. Puncaknya terjadi pada tahun 1869 ketika salah satu klub croquet ternama di Inggris, All England Croquet Club, tidak berhasil menarik banyak peminat dan mencoba untuk memasukan tenis sebagai olahraga lainnya. Hasilnya klub ini sangat sukses menarik peminat terutama pada permainan Tenis tersebut hingga pada tahun 1877 mengganti namanya menjadi ‘All Engand Croquet and Lawn Tennis Club’. Sejarah ini berlanjut ketika lokasi klub yang bertempat di Wimbledon terjadi kenaikan sewa tanah yang memaksa klub untuk mendapatkan dana lebih dari biasanya. Oleh karena itu klub mengadakan turnamen tenis pertama di Wimbledon dengan membentuk sebuah panitia untuk mengadakan pertandingan dan membuat peraturan yang baku dalam permainan ini. Turnamen tersebut diikuti oleh 20 peserta dengan penonton sekitar 200 orang dan ini merupakan cikal bakal turnamen Wimbledon yang merupakan salah satu turnamen grand slam tenis bergengsi di dunia.
Terdapat berbagai jenis permainan yang menggunakan raket yang dimainkan dewasa ini dan tenis merupakan salah satu permainan yang paling disukai. Menurut beberapa catatan sejarah, permainan menggunakan bola dan raket sudah dimainkan sejak sebelum Masehi, yaitu di Mesir dan Yunani. Pada abad ke-11 sejenis permainan yang disebut jeu de paume, yang menyerupai permainan tenis kini, telah dimainkan untuk pertama kali di sebuah kawasan di Perancis. Bola yang digunakan dibalut dengan benang berbulu sedangkan pemukulnya hanyalah tangan.
Permainan ini kemudian diperkenalkan ke Italia dan Inggris pada abad ke-13 dan mendapat sambutan hangat dalam waktu yang singkat. Banyak peminatnya ternyata di antara rakyat setempat terhadap permainan ini. Sejak itu perkembangan tenis terus meningkat ke negara-negara Eropa yang lain.
Raket bersenar diperkenalkan pertama kali pada abad ke-15 oleh Antonio da Scalo, seorang pastur berbangsa Italia. Ia menulis aturan umum bagi semua permainan yang menggunakan bola, termasuk tenis. Majalah Inggris "Sporting Magazine" menamakan permainan ini sebagai 'tenis lapangan' (lawn tennis). Dalam buku "Book of Games And Sports", yang diterbitkan dalam tahun 1801, disebut sebagai "tenis panjang". Tenis pada mulanya merupakan permainan masyarakat kelas atas. Tenis lapangan rumput yang terkenal di zaman Ratu Victoria lalu ditiru oleh golongan menengah, yang menjadikannya sebagai permainan biasa.
Klub tenis pertama yang didirikan adalah Leamington di Perancis oleh J.B. Perera, Harry Gem, Dr. Frederick Haynes, dan Dr. Arthur Tompkins pada tahun 1872. Pada masa itu, tenis disebut sebagai pelota atau lawn rackets. Dalam tahun 1874 permainan tenis telah pertama kali dimainkan di Amerika Serikat oleh Dr. James Dwight dan F.R. Sears. Sementara itu, All England Croquet Club pun telah didirikan pada tahun 1868. Dua tahun setelah itu dibukalah kantornya di Jalan Worple, Wimbledon. Pada tahun 1875, klub ini juga bersedia memperuntukkan sebagian dari lahannya untuk permainan tenis dan badminton. Sehubungan dengan itu, peraturan permainan tenis lapangan rumput ditulis. Amerika Serikat mendirikan klub tenis yang pertama di Staten Island. Bermula dari situlah, permainan tenis di Amerika Serikat berkembang dengan pesat sekali. Dari sana lahir banyak pemain tenis tangguh yang menguasai percaturan tenis tingkat dunia.
Kejuaraan tenis pertama bermula tahun 1877. adhy
- )
Olahraga ini sangat berkembang di Perancis waktu itu. Pada abad 16-18 telah mulai banyak digandrungi terutama oleh kalangan Raja-raja dan para bangsawan dengan nama ‘Jeu de Palme’ atau olah raga kepalan tangan. Kata Tenis sendiri dipercaya berasal dari pemain Perancis yang sering menyebut kata ‘Tenez’ yang artinya “Main!” pada saat akan memulai permainan dan hingga sekarang kata tersebut dipakai sebagai nama olahraga ini. Tenis kemudian berkembang hingga dataran Inggris dan juga menyebar ke Spanyol, Itali, Belanda, Swiss dan Jerman. Namun tenis mengalami kemunduran saat terjadinya revolusi Perancis dan berkuasanya Napoleon Bonaparte di Eropa.
Pada abad 19 barulah tenis dimunculkan kembali oleh para bangsawan Inggris dengan membangun fasilitas-fasilitas country club atau lapangan tenis di rumahnya yang besar. Karena pada waktu itu tenis populer dimainkan di halaman rumput, maka terkenal dengan sebutan ‘Lawn Tennis’ atau tenis lapangan rumput. Pada masa ini juga mulai muncul bola dari karet vulkanisir yang pada waktu itu dianggap dapat mengurangi rusaknya rumput di lapangan tanpa mengurangi elastisitas dari bola itu sendiri.
Sebutan Lawn Tennis berasal dari seorang Inggris bernama Arthur Balfour. Sejak ditemukannya lawn tennis, orang mulai bereksperimen dengan memainkannya di permukaan lain seperti clay court (tanah liat) dan hard court (semen). Menggeliatnya permainan tenis ternyata mampu menggeser permainan Croquet sebagai olahraga musim panas. Puncaknya terjadi pada tahun 1869 ketika salah satu klub croquet ternama di Inggris, All England Croquet Club, tidak berhasil menarik banyak peminat dan mencoba untuk memasukan tenis sebagai olahraga lainnya. Hasilnya klub ini sangat sukses menarik peminat terutama pada permainan Tenis tersebut hingga pada tahun 1877 mengganti namanya menjadi ‘All Engand Croquet and Lawn Tennis Club’. Sejarah ini berlanjut ketika lokasi klub yang bertempat di Wimbledon terjadi kenaikan sewa tanah yang memaksa klub untuk mendapatkan dana lebih dari biasanya. Oleh karena itu klub mengadakan turnamen tenis pertama di Wimbledon dengan membentuk sebuah panitia untuk mengadakan pertandingan dan membuat peraturan yang baku dalam permainan ini. Turnamen tersebut diikuti oleh 20 peserta dengan penonton sekitar 200 orang dan ini merupakan cikal bakal turnamen Wimbledon yang merupakan salah satu turnamen grand slam tenis bergengsi di dunia.
Terdapat berbagai jenis permainan yang menggunakan raket yang dimainkan dewasa ini dan tenis merupakan salah satu permainan yang paling disukai. Menurut beberapa catatan sejarah, permainan menggunakan bola dan raket sudah dimainkan sejak sebelum Masehi, yaitu di Mesir dan Yunani. Pada abad ke-11 sejenis permainan yang disebut jeu de paume, yang menyerupai permainan tenis kini, telah dimainkan untuk pertama kali di sebuah kawasan di Perancis. Bola yang digunakan dibalut dengan benang berbulu sedangkan pemukulnya hanyalah tangan.
Permainan ini kemudian diperkenalkan ke Italia dan Inggris pada abad ke-13 dan mendapat sambutan hangat dalam waktu yang singkat. Banyak peminatnya ternyata di antara rakyat setempat terhadap permainan ini. Sejak itu perkembangan tenis terus meningkat ke negara-negara Eropa yang lain.
Raket bersenar diperkenalkan pertama kali pada abad ke-15 oleh Antonio da Scalo, seorang pastur berbangsa Italia. Ia menulis aturan umum bagi semua permainan yang menggunakan bola, termasuk tenis. Majalah Inggris "Sporting Magazine" menamakan permainan ini sebagai 'tenis lapangan' (lawn tennis). Dalam buku "Book of Games And Sports", yang diterbitkan dalam tahun 1801, disebut sebagai "tenis panjang". Tenis pada mulanya merupakan permainan masyarakat kelas atas. Tenis lapangan rumput yang terkenal di zaman Ratu Victoria lalu ditiru oleh golongan menengah, yang menjadikannya sebagai permainan biasa.
Klub tenis pertama yang didirikan adalah Leamington di Perancis oleh J.B. Perera, Harry Gem, Dr. Frederick Haynes, dan Dr. Arthur Tompkins pada tahun 1872. Pada masa itu, tenis disebut sebagai pelota atau lawn rackets. Dalam tahun 1874 permainan tenis telah pertama kali dimainkan di Amerika Serikat oleh Dr. James Dwight dan F.R. Sears. Sementara itu, All England Croquet Club pun telah didirikan pada tahun 1868. Dua tahun setelah itu dibukalah kantornya di Jalan Worple, Wimbledon. Pada tahun 1875, klub ini juga bersedia memperuntukkan sebagian dari lahannya untuk permainan tenis dan badminton. Sehubungan dengan itu, peraturan permainan tenis lapangan rumput ditulis. Amerika Serikat mendirikan klub tenis yang pertama di Staten Island. Bermula dari situlah, permainan tenis di Amerika Serikat berkembang dengan pesat sekali. Dari sana lahir banyak pemain tenis tangguh yang menguasai percaturan tenis tingkat dunia.
Kejuaraan tenis pertama bermula tahun 1877. adhy
sejarah basket
Bapak basket, Dr James Naismith datang dengan permainan di 1892 dan
pertandingan pertama dimainkan di Beaver Falls Pennsylvania pada 8 April
1893 antara New Brighton YMCA dan Geneva College.
Permainan ini sangat populer dan pada tahun 1914 sebanyak 360 sekolah boasted tim basket. Pada tahun 1939, College Basketball NCAA pertama Pria Kejuaraan turnamen diadakan yang dimenangkan oleh University of Oregon.
Pembentukan Pro basket pada tahun 1896 muncul dari perselisihan antara anggota tim YMCA dan pejabat dan berakhir pada pembentukan anggota tim profesional yang bermain untuk uang. Pada 1898, NBL (National Basketball League) dibentuk dan diproduksi bintang-bintang basket pertama - Ed Wachter dan Barney Sedran.
Dua tim bola basket profesional untuk mencapai keberhasilan mereka adalah Buffalo Germans dan Celtics tetapi selama favorit tahun 1930-an termasuk New York Renaissance dan Harlem Globetrotters. Selama waktu ini, bola basket wanita juga populer dan pemain hebat yang dihasilkan seperti Babe Didrikson dan Bank Alline Sprouse.
Pada tahun 1940, permainan basket perguruan tinggi pertama ditunjukkan di TV. Permainan ini dimainkan antara Pittsburgh dan Fordham di Madison Square Garden, dan membuat lompatan basket menjadi sensasi nasional. Sejak saat itu bola basket telah menjadi salah satu olahraga yang paling banyak ditonton dan dalam kenyataannya Madness Maret, ketika hampir 350 perguruan tinggi Amerika bersaing untuk NCAA basket mahkota adalah acara paling banyak ditonton di Amerika Serikat.
Dalam Pro basket pada 1940 dan 50 di Minneapolis Lakers adalah favorit besar dari banyak memenangkan 5 gelar kejuaraan NBA dan memproduksi dimulai seperti Bob Cousy dan Bob Pettit. Tetapi selama akhir tahun 1950 itu sampai 1969, Celtics memiliki pengadilan memenangkan 11 gelar NBA (8 f mereka benar berturut-turut). Pada era ini pemain favorit termasuk Bill Russell dan wilt Chamberlin dari Philadelphia Warriors.
Selama 1963-1975 The University of California, Los Angeles berada di sorotan memenangkan 10 kejuaraan nasional, termasuk tujuh berturut-turut. Beberapa pemain besar dari tim UCLA termasuk Kareem Abdul-Jabbar, Jamaal Wilkes, Bill Walton, Gail Goodrich dan Marques Johnson.
Pada tahun 1967 American Basketball Association (ABA) dibentuk dan banyak yang akan ingat salah satu pemain satart Julius Erving serta bola basket merah mereka putih dan biru. ABA hanya bertahan sampai tahun 1976 ketika bubar dan banyak tim bergabung dengan NBA.
Pada tahun 1960, bola basket wanita memperkenalkan format 5 pemain pengadilan penuh dan membuat menggiring bola sepenuhnya hukum tapi tidak sampai tahun 1985 bahwa Bola Basket Hall of Fame mulai mengesahkan pelatih perempuan dan pemain. Beberapa wanita pertama yang mendapatkan kehormatan ini termasuk Carol Blazejowski, Ann Meyers, Cheryl Miller; Nancy Lieberman-Cline dan Anne Donovan.
Dalam pemain awal tahun 1970-an seperti Larry Bird dari Indiana State University dan Michigan State Universitas Magic Johnson muncul dan akhir 1980-an melihat pemain besar seperti Isiah Thomas dan Dennis Rodman. Tapi mungkin pemain paling dicintai dari semua adalah Michael Jordan yang memimpin Chicago Bulls untuk enam kejuaraan NBA pada 1990-an.
Permainan ini sangat populer dan pada tahun 1914 sebanyak 360 sekolah boasted tim basket. Pada tahun 1939, College Basketball NCAA pertama Pria Kejuaraan turnamen diadakan yang dimenangkan oleh University of Oregon.
Pembentukan Pro basket pada tahun 1896 muncul dari perselisihan antara anggota tim YMCA dan pejabat dan berakhir pada pembentukan anggota tim profesional yang bermain untuk uang. Pada 1898, NBL (National Basketball League) dibentuk dan diproduksi bintang-bintang basket pertama - Ed Wachter dan Barney Sedran.
Dua tim bola basket profesional untuk mencapai keberhasilan mereka adalah Buffalo Germans dan Celtics tetapi selama favorit tahun 1930-an termasuk New York Renaissance dan Harlem Globetrotters. Selama waktu ini, bola basket wanita juga populer dan pemain hebat yang dihasilkan seperti Babe Didrikson dan Bank Alline Sprouse.
Pada tahun 1940, permainan basket perguruan tinggi pertama ditunjukkan di TV. Permainan ini dimainkan antara Pittsburgh dan Fordham di Madison Square Garden, dan membuat lompatan basket menjadi sensasi nasional. Sejak saat itu bola basket telah menjadi salah satu olahraga yang paling banyak ditonton dan dalam kenyataannya Madness Maret, ketika hampir 350 perguruan tinggi Amerika bersaing untuk NCAA basket mahkota adalah acara paling banyak ditonton di Amerika Serikat.
Dalam Pro basket pada 1940 dan 50 di Minneapolis Lakers adalah favorit besar dari banyak memenangkan 5 gelar kejuaraan NBA dan memproduksi dimulai seperti Bob Cousy dan Bob Pettit. Tetapi selama akhir tahun 1950 itu sampai 1969, Celtics memiliki pengadilan memenangkan 11 gelar NBA (8 f mereka benar berturut-turut). Pada era ini pemain favorit termasuk Bill Russell dan wilt Chamberlin dari Philadelphia Warriors.
Selama 1963-1975 The University of California, Los Angeles berada di sorotan memenangkan 10 kejuaraan nasional, termasuk tujuh berturut-turut. Beberapa pemain besar dari tim UCLA termasuk Kareem Abdul-Jabbar, Jamaal Wilkes, Bill Walton, Gail Goodrich dan Marques Johnson.
Pada tahun 1967 American Basketball Association (ABA) dibentuk dan banyak yang akan ingat salah satu pemain satart Julius Erving serta bola basket merah mereka putih dan biru. ABA hanya bertahan sampai tahun 1976 ketika bubar dan banyak tim bergabung dengan NBA.
Pada tahun 1960, bola basket wanita memperkenalkan format 5 pemain pengadilan penuh dan membuat menggiring bola sepenuhnya hukum tapi tidak sampai tahun 1985 bahwa Bola Basket Hall of Fame mulai mengesahkan pelatih perempuan dan pemain. Beberapa wanita pertama yang mendapatkan kehormatan ini termasuk Carol Blazejowski, Ann Meyers, Cheryl Miller; Nancy Lieberman-Cline dan Anne Donovan.
Dalam pemain awal tahun 1970-an seperti Larry Bird dari Indiana State University dan Michigan State Universitas Magic Johnson muncul dan akhir 1980-an melihat pemain besar seperti Isiah Thomas dan Dennis Rodman. Tapi mungkin pemain paling dicintai dari semua adalah Michael Jordan yang memimpin Chicago Bulls untuk enam kejuaraan NBA pada 1990-an.
sejarah voli
William G. Morgan (1870-1942), yang lahir di Negara Bagian New York,
telah tercatat dalam sejarah sebagai penemu permainan bola voli, yang
dia awalnya memberi nama “Mintonette”.
Morgan muda melaksanakan studi sarjana di Springfield College of the YMCA (Young Men’s Christian Association) di mana ia bertemu dengan James Naismith yang, pada tahun 1891, telah menemukan basket. Setelah lulus, Morgan menghabiskan tahun pertama di Auburn (Maine) YMCA setelah itu, selama musim panas tahun 1895, ia pindah ke YMCA di Holyoke (Massachusetts) di mana ia menjadi Direktur Pendidikan Jasmani. Dalam peran ini dia memiliki kesempatan untuk mendirikan mengembangkan, dan mengarahkan program besar latihan dan olahraga kelas-kelas untuk laki-laki dewasa.
Kepemimpinannya dengan antusias diterima, dan kelas tumbuh dalam angka. Dia datang untuk menyadari bahwa ia memerlukan suatu jenis permainan rekreasi kompetitif untuk program-nya bervariasi. Basket, olahraga yang mulai berkembang, tampaknya cocok anak muda, tapi itu perlu untuk menemukan kurang keras dan kurang intens alternatif bagi anggota yang lebih tua.
Pada waktu itu Morgan sama tidak tahu permainan bola voli yang bisa menuntunnya; ia mengembangkan dari olahraga sendiri metode pelatihan dan pengalaman praktis di YMCA olahraga. Menggambarkan eksperimen pertama ia berkata: “Dalam mencari permainan yang sesuai, tenis terjadi kepada saya, tapi ini diperlukan raket, bola, bersih dan peralatan lainnya, jadi sudah dihilangkan – tapi gagasan tampaknya bersih yang baik. Kami mengangkatnya ke ketinggian sekitar 6 kaki 6 inci (lm.98) dari tanah, tepat di atas kepala laki-laki rata-rata. Kami membutuhkan sebuah bola, dan di antara mereka yang kita coba adalah bola basket kandung kemih, tapi ini terlalu terang dan terlalu lambat, karena itu kami mencoba basket itu sendiri, yang terlalu besar dan terlalu berat “.
Pada akhirnya, Morgan meminta perusahaan dari AG Spalding
Awal tahun 1896 konferensi diselenggarakan di YMCA College di Springfield, menyatukan semua Direksi YMCA Pendidikan Jasmani. Dr Luther Halsey Gulick, Direktur profesional sekolah pelatihan pendidikan jasmani (dan juga Direktur Eksekutif Departemen Pendidikan Jasmani dari Komite Internasional YMCA’s) diundang Morgan untuk membuat demonstrasi permainan di stadion perguruan tinggi baru. Morgan mengambil dua tim, masing-masing terdiri dari lima laki-laki (dan beberapa penggemar setia) ke Springfield, di mana demonstrasi itu dilakukan sebelum konferensi delegasi di Gimnasium Timur. Kapten dari salah satu tim itu J.J. Curran dan lain John Lynch yang masing-masing, Walikota dan Kepala Pemadam Kebakaran dari Holyoke.
Morgan menjelaskan bahwa permainan yang baru ini dirancang untuk gedung olah raga atau balai latihan, tetapi juga bisa dimainkan di udara terbuka. Jumlah tidak terbatas pemain dapat berpartisipasi – objek dari permainan yang menjaga gerakan bola di atas net yang tinggi, dari satu sisi ke sisi lain.
Setelah melihat demonstrasi, dan mendengar penjelasan dari Morgan, Profesor Alfred T. Halstead meminta perhatian pada tindakan, atau tindakan fase, bola penerbangan, dan mengusulkan bahwa nama “Mintonette” digantikan dengan “Volley Ball”. Nama ini diterima oleh Morgan dan konferensi. (Adalah menarik untuk dicatat bahwa nama yang sama telah bertahan selama bertahun-tahun, dengan sedikit perubahan: pada tahun 1952, Komite Administrasi dari USVBA memilih untuk mengeja nama dalam satu kata, “Volleyball”, tetapi terus menggunakan USVBA untuk menandakan Amerika Serikat Voli Association).
Mr Morgan menjelaskan aturan dan bekerja pada mereka, lalu memberikan salinan tertulis tangan untuk konferensi ke konferensi YMCA direktur pendidikan jasmani, sebagai panduan untuk penggunaan dan pengembangan permainan. Sebuah komite ditunjuk untuk mempelajari aturan dan menghasilkan saran-saran untuk promosi permainan dan mengajar.
Perkembangan
Pendidikan Fisik Direktur YMCA, terutama didorong oleh dua sekolah profesional pendidikan jasmani, Springfield kuliah di Massachusetts dan George Williams College di Chicago (sekarang di Downers Grove, Illinois), diadopsi Bola Voli dalam semua masyarakat di seluruh Amerika Serikat, Kanada ( pada 1900 Kanada menjadi negara asing pertama untuk mengadopsi permainan), dan juga di banyak negara lain: Elwood S. Brown di Filipina (1910), J. Howard Crocker di Cina, Franklin H. Brown di Jepang (1908), Dr JH Abu-abu di Burma, di Cina dan di India, dan prekursor lain di Meksiko, Amerika Selatan, Eropa dan negara-negara Afrika.
Pada 1913, perkembangan Bola Voli di benua Asia diyakinkan sebagai, pada tahun itu, permainan ini dimasukkan pada program pertama Timur Jauh-Games, yang diselenggarakan di Manila. Perlu dicatat bahwa, untuk waktu yang lama, bola voli dimainkan di Asia menurut “Brown” aturan yang, antara lain, digunakan enam belas pemain (untuk memungkinkan partisipasi yang lebih besar dalam pertandingan).
Indikasi pertumbuhan Voli di Amerika Serikat diberikan dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada tahun 1916 di Voli Spalding Panduan dan ditulis oleh Robert C Cubbon. Dalam artikel Cubbon memperkirakan bahwa jumlah pemain yang telah mencapai total 200.000 orang dibagi dengan cara sebagai berikut: di YMCA (anak-anak, pemuda, dan orang tua) 70.000; di YWCA (gadis dan perempuan) 50.000; di sekolah-sekolah (anak laki-laki dan perempuan) 25,000 dan di perguruan tinggi (laki-laki muda) 10.000.
Pada 1916, YMCA berhasil membujuk Nasional yang kuat Collegiate Athletic Association (NCAA) untuk menerbitkan peraturan dan serangkaian artikel, memberikan kontribusi bagi pertumbuhan pesat bola voli di kalangan kaum muda mahasiswa. Pada 1918 jumlah pemain setiap tim adalah terbatas pada enam, dan pada tahun 1922 jumlah maksimum yang berwenang kontak dengan bola itu tetap di tiga.
Sampai awal tiga puluhan voli adalah untuk sebagian besar permainan waktu luang dan rekreasi, dan hanya ada beberapa kegiatan dan kompetisi internasional. Ada aturan yang berbeda dari permainan di berbagai belahan dunia, namun dimainkan kejuaraan nasional di banyak negara (misalnya, di Eropa Timur di mana tingkat permainan telah mencapai standar yang luar biasa) Voli sehingga menjadi lebih dan lebih yang kompetitif olahraga dengan tinggi kinerja fisik dan teknis
Morgan muda melaksanakan studi sarjana di Springfield College of the YMCA (Young Men’s Christian Association) di mana ia bertemu dengan James Naismith yang, pada tahun 1891, telah menemukan basket. Setelah lulus, Morgan menghabiskan tahun pertama di Auburn (Maine) YMCA setelah itu, selama musim panas tahun 1895, ia pindah ke YMCA di Holyoke (Massachusetts) di mana ia menjadi Direktur Pendidikan Jasmani. Dalam peran ini dia memiliki kesempatan untuk mendirikan mengembangkan, dan mengarahkan program besar latihan dan olahraga kelas-kelas untuk laki-laki dewasa.
Kepemimpinannya dengan antusias diterima, dan kelas tumbuh dalam angka. Dia datang untuk menyadari bahwa ia memerlukan suatu jenis permainan rekreasi kompetitif untuk program-nya bervariasi. Basket, olahraga yang mulai berkembang, tampaknya cocok anak muda, tapi itu perlu untuk menemukan kurang keras dan kurang intens alternatif bagi anggota yang lebih tua.
Pada waktu itu Morgan sama tidak tahu permainan bola voli yang bisa menuntunnya; ia mengembangkan dari olahraga sendiri metode pelatihan dan pengalaman praktis di YMCA olahraga. Menggambarkan eksperimen pertama ia berkata: “Dalam mencari permainan yang sesuai, tenis terjadi kepada saya, tapi ini diperlukan raket, bola, bersih dan peralatan lainnya, jadi sudah dihilangkan – tapi gagasan tampaknya bersih yang baik. Kami mengangkatnya ke ketinggian sekitar 6 kaki 6 inci (lm.98) dari tanah, tepat di atas kepala laki-laki rata-rata. Kami membutuhkan sebuah bola, dan di antara mereka yang kita coba adalah bola basket kandung kemih, tapi ini terlalu terang dan terlalu lambat, karena itu kami mencoba basket itu sendiri, yang terlalu besar dan terlalu berat “.
Pada akhirnya, Morgan meminta perusahaan dari AG Spalding
Awal tahun 1896 konferensi diselenggarakan di YMCA College di Springfield, menyatukan semua Direksi YMCA Pendidikan Jasmani. Dr Luther Halsey Gulick, Direktur profesional sekolah pelatihan pendidikan jasmani (dan juga Direktur Eksekutif Departemen Pendidikan Jasmani dari Komite Internasional YMCA’s) diundang Morgan untuk membuat demonstrasi permainan di stadion perguruan tinggi baru. Morgan mengambil dua tim, masing-masing terdiri dari lima laki-laki (dan beberapa penggemar setia) ke Springfield, di mana demonstrasi itu dilakukan sebelum konferensi delegasi di Gimnasium Timur. Kapten dari salah satu tim itu J.J. Curran dan lain John Lynch yang masing-masing, Walikota dan Kepala Pemadam Kebakaran dari Holyoke.
Morgan menjelaskan bahwa permainan yang baru ini dirancang untuk gedung olah raga atau balai latihan, tetapi juga bisa dimainkan di udara terbuka. Jumlah tidak terbatas pemain dapat berpartisipasi – objek dari permainan yang menjaga gerakan bola di atas net yang tinggi, dari satu sisi ke sisi lain.
Setelah melihat demonstrasi, dan mendengar penjelasan dari Morgan, Profesor Alfred T. Halstead meminta perhatian pada tindakan, atau tindakan fase, bola penerbangan, dan mengusulkan bahwa nama “Mintonette” digantikan dengan “Volley Ball”. Nama ini diterima oleh Morgan dan konferensi. (Adalah menarik untuk dicatat bahwa nama yang sama telah bertahan selama bertahun-tahun, dengan sedikit perubahan: pada tahun 1952, Komite Administrasi dari USVBA memilih untuk mengeja nama dalam satu kata, “Volleyball”, tetapi terus menggunakan USVBA untuk menandakan Amerika Serikat Voli Association).
Mr Morgan menjelaskan aturan dan bekerja pada mereka, lalu memberikan salinan tertulis tangan untuk konferensi ke konferensi YMCA direktur pendidikan jasmani, sebagai panduan untuk penggunaan dan pengembangan permainan. Sebuah komite ditunjuk untuk mempelajari aturan dan menghasilkan saran-saran untuk promosi permainan dan mengajar.
Perkembangan
Pendidikan Fisik Direktur YMCA, terutama didorong oleh dua sekolah profesional pendidikan jasmani, Springfield kuliah di Massachusetts dan George Williams College di Chicago (sekarang di Downers Grove, Illinois), diadopsi Bola Voli dalam semua masyarakat di seluruh Amerika Serikat, Kanada ( pada 1900 Kanada menjadi negara asing pertama untuk mengadopsi permainan), dan juga di banyak negara lain: Elwood S. Brown di Filipina (1910), J. Howard Crocker di Cina, Franklin H. Brown di Jepang (1908), Dr JH Abu-abu di Burma, di Cina dan di India, dan prekursor lain di Meksiko, Amerika Selatan, Eropa dan negara-negara Afrika.
Pada 1913, perkembangan Bola Voli di benua Asia diyakinkan sebagai, pada tahun itu, permainan ini dimasukkan pada program pertama Timur Jauh-Games, yang diselenggarakan di Manila. Perlu dicatat bahwa, untuk waktu yang lama, bola voli dimainkan di Asia menurut “Brown” aturan yang, antara lain, digunakan enam belas pemain (untuk memungkinkan partisipasi yang lebih besar dalam pertandingan).
Indikasi pertumbuhan Voli di Amerika Serikat diberikan dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada tahun 1916 di Voli Spalding Panduan dan ditulis oleh Robert C Cubbon. Dalam artikel Cubbon memperkirakan bahwa jumlah pemain yang telah mencapai total 200.000 orang dibagi dengan cara sebagai berikut: di YMCA (anak-anak, pemuda, dan orang tua) 70.000; di YWCA (gadis dan perempuan) 50.000; di sekolah-sekolah (anak laki-laki dan perempuan) 25,000 dan di perguruan tinggi (laki-laki muda) 10.000.
Pada 1916, YMCA berhasil membujuk Nasional yang kuat Collegiate Athletic Association (NCAA) untuk menerbitkan peraturan dan serangkaian artikel, memberikan kontribusi bagi pertumbuhan pesat bola voli di kalangan kaum muda mahasiswa. Pada 1918 jumlah pemain setiap tim adalah terbatas pada enam, dan pada tahun 1922 jumlah maksimum yang berwenang kontak dengan bola itu tetap di tiga.
Sampai awal tiga puluhan voli adalah untuk sebagian besar permainan waktu luang dan rekreasi, dan hanya ada beberapa kegiatan dan kompetisi internasional. Ada aturan yang berbeda dari permainan di berbagai belahan dunia, namun dimainkan kejuaraan nasional di banyak negara (misalnya, di Eropa Timur di mana tingkat permainan telah mencapai standar yang luar biasa) Voli sehingga menjadi lebih dan lebih yang kompetitif olahraga dengan tinggi kinerja fisik dan teknis
sejarah sepakbola
Sejarah olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan -3 sebelum Masehi di Cina.[7] Di masa Dinasti Han tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil.[7] Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari[8]. Di Italia, permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.[8]
Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dan menjadi sangat digemari.[7] Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365.[7] Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola.[7] Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah.[7] Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut.[8] Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola (soccer).[8] Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam sepak bola.[7] Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia.[7] Pada tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.[7]
Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dan menjadi sangat digemari.[7] Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365.[7] Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola.[7] Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah.[7] Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut.[8] Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola (soccer).[8] Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam sepak bola.[7] Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia.[7] Pada tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.[7]
Langganan:
Postingan (Atom)